Terus Berupaya Mencetak SDM Lokal Bersaing di Pasar Kerja , Distranaker Kukar Gelar Pelatihan Welder dan Operator Alat Berat

img

(Peserta Pelatihan Welder dan Operator Alat Berat yang digelar Distranaker Kukar/pic:tanty)

POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR : Dalam upaya meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja lokal, Dinas Tenaga Kerja (Distranaker) Kutai Kartanegara melaksanakan serangkaian pelatihan keterampilan teknis bagi 99 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Kukar.

Program pelatihan ini melibatkan tiga bidang utama, yaitu pengelasan (welder) dan operator alat berat, yang diselenggarakan atas kerja sama dengan sejumlah institusi industri dan pendidikan terkemuka.

Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja Distranaker Kukar, Lukman menekankan pentingnya program pelatihan ini sebagai bagian dari program "Kukar Siap Kerja”. Ia menyatakan bahwa Distranaker Kukar memiliki target ambisius untuk melatih 507 orang peserta sepanjang tahun 2024 untuk siap kerja.

“ Hari ini kami menggelar pelatihan kompetensi di tiga bidang utama. Untuk pelatihan welder 4G, diikuti oleh 19 orang dengan durasi tiga bulan setengah. Sementara itu, pelatihan welder 3G yang diikuti 40 peserta akan berlangsung selama satu bulan, dan mereka sudah mulai menerima teori dasar.” Ungkap Lukman saat diwawancarai Poskotakaltimnews Rabu (13/11/2024) usai pembukaan acara Pelatihan di Tenggarong Seberang.

Sementara itu untuk pelatihan operator dump truck, Lukman menyebutkan pelatihan di adakan dalam dua gelombang, dengan masing-masing gelombang terdiri dari 40 orang, selama 17 hari di Tenggarong. Hal ini lantaran peserta pelatihan operator dump truck lebih banyak dari bidang lainnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa para peserta pelatihan berasal dari 12 kecamatan di Kukar, dengan sekitar 30 persen di antaranya merupakan warga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kesempatan peningkatan keterampilan kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Khususnya warga asli kabupaten Kukar.” ujar Lukman.

Disisi lain, ia juga menyampaikan bahwa program pelatihan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal, tetapi juga mendukung keberhasilan proyek-proyek besar di Kalimantan Timur, termasuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“ Dengan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor konstruksi dan tambang, Distranaker Kukar berupaya mencetak sumber daya manusia yang siap bersaing di pasar kerja.” tandasnya .

Lukman optimis bahwa para peserta yang lulus pelatihan akan lebih mudah mendapatkan penempatan kerja di berbagai sektor strategis.

"Kami tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga mendorong penempatan kerja bagi para peserta usai pelatihan, baik di perusahaan lokal maupun di proyek-proyek besar yang sedang berjalan di wilayah ini," pungkasnya

Adapun Rincian Program Pelatihan ini yaitu :

1. Pelatihan Welder 4G :

Sebanyak 19 peserta mengikuti pelatihan Welder 4G, yang merupakan hasil kolaborasi antara Distranaker Kukar, SKK Migas, dan PT Petro Tekno. Program ini berlangsung selama tiga setengah bulan dan dirancang untuk melatih peserta dalam pengelasan dengan standar internasional yang sangat dibutuhkan di industri minyak dan gas (migas), serta sektor konstruksi. 

Fokus utama pelatihan adalah pada teknik pengelasan dengan posisi 4G (overhead welding), yang memerlukan keahlian khusus karena tingkat kesulitannya yang tinggi. Para peserta diberikan pemahaman mendalam tentang penggunaan peralatan canggih dan teknik pengelasan yang sesuai dengan standar keselamatan internasional, dengan harapan mereka dapat langsung terserap di industri migas yang tengah berkembang di Kalimantan Timur.

2. Pelatihan Welder 3G :

 Program ini diikuti oleh 40 peserta dan diselenggarakan bekerja sama dengan Politeknik Negeri Samarinda (Polnes). Selama satu bulan pelatihan, para peserta akan menguasai keterampilan dasar pengelasan dalam posisi 3G (vertical welding), yang menjadi fondasi utama bagi tenaga kerja di sektor manufaktur dan pertambangan. 

Peserta telah memulai sesi teori mengenai dasar-dasar metalurgi, jenis-jenis sambungan las, dan teknik pengelasan manual. Setelah teori, peserta akan melanjutkan ke praktek intensif untuk memastikan mereka memiliki keterampilan yang dibutuhkan oleh industri manufaktur di Kukar, terutama dalam mendukung sektor pertambangan yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

3. Pelatihan Operator Alat Berat (Dump Truck) :

 Sebanyak 40 peserta lainnya mengikuti pelatihan sebagai operator dump truck, melalui kerja sama dengan PT Satova Jaya Education Center. Pelatihan ini dirancang khusus untuk mempersiapkan tenaga kerja yang terampil dalam mengoperasikan dump truck dengan durasi pelatihan 17 hari per gelombang. Tahun ini, Distranaker Kukar akan melatih total 80 operator alat berat, dibagi menjadi dua gelombang pelatihan di Kota Tenggarong. 

Lukman juga menambahkan program ini tidak hanya menekankan pada keterampilan teknis dalam mengoperasikan alat berat, tetapi juga mencakup aspek keselamatan kerja (safety driving), perawatan mesin, dan pengetahuan mengenai regulasi lingkungan yang relevan.

Dirinya berharap dengan terselenggaranya program pelatihan ini, diharapkan angka pengangguran di Kutai Kartanegara dapat ditekan, sekaligus menciptakan tenaga kerja yang andal dan siap menghadapi tantangan industri masa depan.

“Program pelatihan ini juga diharapkan dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui peningkatan keterampilan dan penyerapan tenaga kerja lokal.” tutup Lukman. (adv/tan)